Pengertian rekonsiliasi adalah adalah upaya memulihkan hubungan yang rusak atau memperbaiki perbedaan, dengan tujuan membangun kembali kepercayaan dan perdamaian. Terkait dengan tema bulan sebelumnya (Februari 2025) yaitu tentang pengampunan, maka rekonsiliasi merupakan validasi dari hati yang mengampuni. Oleh karena itu, jangan hanya mengampuni saja, lanjutkan dengan melakukan rekonsiliasi dengan orang yang merugikan dan menganiaya hidup kita.
2 Korintus 5:18-19 “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.”
Melalui perikop ‘Pelayanan untuk Pendamaian’ dalam 2 Korintus 5:11-21, kita akan belajar bersama tentang hal apa yang perlu ada dalam hidup kita, supaya bisa melakukan pelayanan dan menyampaikan pendamaian yang Tuhan percayakan bagi kita:
- TAKUT AKAN ALLAH (2 Korintus 5:11; Amsal 9:10; Amsal 14:27)
Orang yang takut akan Allah akan menjalani hidup dalam tuntunan HIKMAT, merespon segala sesuatu dengan cara yang TERHORMAT, karena percaya bahwa TUHAN BERDAULAT atas setiap seluruh kehidupan kita. Orang yang takut akan Allah, tidak akan merespon orang berdosa dengan melakukan dosa. Orang yang takut akan Tuhan, akan menjadikan TUHAN sebagai motivasi dan tujuan utama atas apapun yang dilakukannya kepada orang lain. Perbuatan dan perkataannya, tidak ditentunkan dari apa yang orang lakukan kepadanya, tetapi dari apa yang Tuhan inginkan atas hidupnya. Takut akan TUHAN akan menjadi DASAR untuk kita melakukan rekonsiliasi, karena hati kita hanya berpaut kepada Tuhan, bukan pada perlakuan orang kepada kita. Sebaliknya, orang yang TIDAK TAKUT akan Allah, akan ‘reaktif’ dan mudah ‘terpancing’ untuk meluapkan emosi dan memuaskan diri, dimana semuanya ini akan membuat dia tidak menjadi orang yang bijaksana. - DIKUASAI OLEH KASIH KRISTUS (2 Korintus 5:14-15; Matius 24:12-13)
Rekonsiliasi tidak mungkin terjadi, jika kita hidup untuk diri kita sendiri (mementingkan diri). Kasih Kristus tidak sekedar tidak hidup bagi diri sendiri, tetapi kasih-Nya sampai mati bagi orang lain. Demikian juga kita, REKONSILIASI akan terjadi saat EGO, EMOSI, dan ke-AKU-an kita MATI, sehingga kasih KRISTUS menguasai hidup kita sepenuhnya.
Ketika kita mengalami perlakukan tidak adil, disakiti, dikecewakan, dianiaya, difitnah, atau apapun itu, lihatlah itu sebagai KESEMPATAN bagi kita untuk membuktikan bahwa hidup kita dikuasai oleh Kasih Kristus dengan menyatakan Kasih-Nya senantiasa.
ROMA 12:18 SEDAPAT-DAPATNYA, KALAU HAL ITU BERGANTUNG PADAMU, HIDUPLAH DALAM PERDAMAIAN DENGAN SEMUA ORANG!
[FAYH] JANGANLAH BERTENGKAR DENGAN SIAPA PUN.USAHAKANLAH HIDUP DALAM PERDAMAIAN DENGAN SETIAP ORANG.