Make Up Your Mind

Iman tidak pernah netral. Ia selalu menuntut keputusan. Dalam Ulangan 30:19–20, Allah berbicara dengan sangat tegas karena yang dipertaruhkan bukan sekadar moralitas, melainkan hidup itu sendiri. Di titik ini, iman berhenti menjadi sekedar teori dan berubah menjadi sikap hidup yang harus diputuskan dengan sadar.

Pertama, Allah bersungguh hati saat berurusan dengan kita. “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini” (Ulangan 30:19a). Pemanggilan langit dan bumi sebagai saksi menunjukkan keseriusan Allah. Ia tidak berbicara secara simbolik atau emosional semata. Firman ini berdiri dalam konteks perjanjian yang mengikat, menegaskan bahwa Allah tidak pernah bermain-main dengan hidup manusia.

Kedua, Allah selalu memberikan pilihan. “Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk” (Ulangan 30:19b). Manusia diciptakan dengan kehendak bebas dan kemampuan mengambil keputusan. Namun kebebasan itu bukan tanpa batas. Setiap pilihan membawa konsekuensi yang nyata. Alkitab tidak mengenal kehidupan tanpa tanggung jawab moral.

Ketiga, Allah memberikan jawaban yang pasti. “Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu” (Ulangan 30:19c). Allah tidak membiarkan manusia terjebak dalam kebingungan. Kehendak-Nya dinyatakan dengan jelas. Ia berpihak pada kehidupan, pemulihan, dan masa depan yang penuh harapan, bukan kebinasaan.

Keempat, Allah menunjukkan jalan dan kehendak-Nya. “Dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya” (Ulangan 30:20a). Memilih kehidupan bukan sekadar perasaan rohani, melainkan ketaatan konkret. Kasih kepada Allah, kepekaan terhadap suara-Nya, dan keterikatan yang teguh kepada-Nya adalah wujud iman yang hidup.

Kelima, Allah menjanjikan hidup yang signifikan. “Sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN” (Ulangan 30:20b). Firman Tuhan bukan perkataan hampa. Ia adalah hidup yang nyata, berkelanjutan, dan berdampak lintas generasi.

Karena itu, iman selalu menuntut sikap yang jelas. Tidak cukup mengetahui yang benar; yang dituntut adalah memilih yang benar. Setiap hari, setiap saat, Tuhan memanggil kita untuk mengambil keputusan.

Make up your mind. Pilih kehidupan, dan hiduplah di dalamnya.