Pilihlah Kehidupan

Tahun 2026, the Year of Decision melanjutkan persiapan kita menyambut kedatangan Tuhan.  Di tahun ini kita akan lebih dipertajam untuk mengambil keputusan yang benar, yang seturut dengan kehendak Tuhan, bukan kehendak dan hawa nafsu kita sendiri.  Kitab Yoel secara keseluruhan menuliskan hal yang sangat relevan dengan kekristenan zaman sekarang, yaitu:

  • Pasal 1 : keadaan bangsa Israel yang mengalami krisis, perekonomian yang terguncang, ketandusan dan kelaparan yang besar (ayat 17-18).
  • Pasar 2 : seruan untuk bertobat, yaitu hati yang kembali lurus dan perubahan hidup seturut kehendak Tuhan (ayat 13).  Keadaan umat Israel saat itu seperti keadaan manusia akhir zaman, secara lahiriah tetap beribadah, tetapi memungkiri kekuatan ibadah (2 Timotius 3:5).Pasal 3 à perbedaan yang jelas antara umat Tuhan dan orang-orang fasik (ayat 18-19).
  • Pasal 3 : perbedaan yang jelas antara umat Tuhan dan orang-orang fasik (ayat 18-19).

Tahun ini, menjadi “rambu” yang mengingatkan kita untuk senantiasa berjalan dalam kebenaran dengan memilih pilihan yang seturut kehendak Tuhan, menjelang kedatangan-Nya.

Ulangan 30:19-20 menyatakan “…kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya,”

Tuhan memperhadapkan kita pada pilihan, bukan memaksakan.  Ini menunjukkan bahwa:

  • Tuhan menghormati kehendak bebas kita
  • Tuhan ingin kita dewasa secara Rohani melalui pilihan kita
  • Ketaatan sejati lahir dari pilihan dengan kesadaran, bukan dalam tekanan
  1. TIDAK ADA PILIHAN NETRAL / CARI AMAN
    Tuhan memperhadapkan pilihan antara kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.  Inilah sebuah realitas rohani yang ada di depan kita, bahwa tidak ada pilihan yang netral atau cari aman dan nyaman buat kita.  Hidup dan mati merupakan konsekuensi dari ketaatan atau pemberontakan kita di hadapan-Nya. Netralitas tidak pernah ‘dipuji” di Alkitab:

    • Suam-suam akan dimuntahkan (Wahyu 3:16).
    • Tidak ada ketimpangan dan bercabang hati (1 Raja 18:21)
    • Pilihan jelas kepada siapa kita beribadah (Yosua 24:15) dan melayani (Matius 6:24)
  2. MEMILIH HIDUP, BERARTI KRISTUS JADI YANG TERUTAMA
    Memilih hidup dengan mengasihi, mendengar (taat), dan berpaut kepada Tuhan.  Ketaatan diawali dengan kasih, sebab ketaatan tanpa kasih akan menjadi sebuah paksaan yang menjadi berat dalam hidup kita.  Mengasihi, taat dan berpaut pada Tuhan Adalah pilihan yang mutlak untuk kita ambil dalam perjalanan hidup kita.  Sadari, syarat untuk mengikut Kristus adalah menyangkal diri (Matius 16:24; Markus 8:34-35; Lukas 9:23-24), artinya Kristus yang harus memegang kendali hidup kita, bukan kita lagi.

KEKRISTENAN bukan hanya tentang suka mendengar, membaca, merenungkan atau bahkan menyampaikan firman, tetapi menundukkan hidup kepada firman dan melakukannya