Melalui judul dari firman Tuhan yang kita pelajari hari ini, menunjukkan dua posisi yang saling bertolak belakang. Posisi seorang gembala pada zaman itu, adalah posisi yang paling rendah, cenderung dipandang sebelah mata, atau bahkan tidak diperhitungkan. Sangat berbeda dengan posisi seorang raja, yaitu posisi tertinggi, seseorang yang paling penting bahkan perkataannya adalah undang-undang yang harus ditaati oleh semua orang yang ada dalam kerajaannya.
Dua posisi yang saling bertolak belakang ini, ada dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus. Dialah Sang Raja, yang memerintah dan berdaulat di atas segala sesuatu dalam kehidupan kita. Akan tetapi, Dia juga adalah Sang Gembala Agung, yang datang ke dunia bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Di dalam Tuhan, ada keadilan yang beriringan dengan kasih yang sempurna. Mari renungkan sebentar bagaimana kita, terutama kita yang menjadi pemimpin, baik itu dalam pekerjaan maupun dalam pelayanan di gereja. Ada yang sebagai Gembala Satelit, Gembala Sektor, maupun Gembala Komsel, dan yang tidak kalah penting dari semuanya adalah, posisi para pria sebagai kepala keluarga. Kita semua seharusnya meneladani Yesus, seorang pemimpin yang melayani jemaat dan anggota keluarga yang Tuhan percayakan ada dalam kehidupan kita dengan penuh kerendahan hati.
Dalam Mikha 5 dituliskan lebih jelas tentang hal ini, supaya kita bisa belajar tentang tugas kita:
- PEMIMPIN YANG MENGGEMBALAKAN (ayat 1-4)
Dari yang terkecil, yaitu Bethlehem Efrata, akan lahir seseorang yang akan memerintah Israel, yang bertindak dan menggembalakan dalam kekuatan TUHAN. Bukan dengan kekuatan kita sendiri kita mampu melakukan tugas ini, tetapi dalam kekuatan Tuhan. Semakin andalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita. - MENJADI DAMAI SEJAHTERA (ayat 5)
Tuhan kita bukan membawa damai, tetapi Dia adalah Sang Damai Sejahtera itu bagi kita. Artinya, damai sejahtera itu adalah tentang keberadaan Tuhan diantara kita. Dalam kehidupan di keluarga atau dalam keseharian, kita ini menjadi pembuat masalah (trouble maker) atau justru keberadaan kita mendamaikan (peacemaker)? Jangan-jangan, tanpa sadar kita jadi orang yang menakutkan buat istri dan anak-anak kita? - BERSENJATAKAN PEDANG (ayat 6)
Pedang disini adalah firman Tuhan. Yesus menang menghadapi pencobaan di padang gurun setelah Dia berpuasa 40 hari, karena firman Tuhan. Apa yang membuat kita merasa menang? Firman Tuhan yang keluar dari mulut kita, atau luapan hawa nafsu untuk kepuasan kita sendiri? - MEMBERIKAN KESEGARAN (ayat 7)
Seperti embun dari Tuhan, kehadiran kita seharusnya membawa kesegaran bagi sekitar kita. Mereka yang letih lesu dan berbeban berat, akan dikuatkan dan disegarkan kembali oleh keberadaan kita. Bahkan yang terluka, akan kembali bersemangat dalam menjalani kehidupan bersama Tuhan. - SEPERTI SINGA MUDA (ayat 8)
Singa muda menggambarkan kehidupan yang disegani. Tentu hal ini bukan hanya karena posisi kita, tetapi karena kehidupan yang berintegritas, yaitu kehidupan seturut dengan kebenaran Tuhan. Tidak berkompromi dengan dosa, dimanapun Tuhan tempatkan kita.
PEMIMPIN YANG MELAYANI: MENCARI YANG TERHILANG; MENGEMBALIKAN YANG TERSESAT; MEMULIHKAN YANG TERLUKA.





