• Home
  • /
  • Kingdom News
  • /
  • Allah yang Sistematis: dari Penciptaan sampai kepada Keluarga

Allah yang Sistematis: dari Penciptaan sampai kepada Keluarga

Allah bekerja dengan rancangan, bukan kebetulan.
Kitab Kejadian menunjukkan bahwa Allah tidak menciptakan segala sesuatu secara sekaligus. Ia bekerja bertahap, teratur, dan memiliki tujuan.  Dari keadaan yang belum berbentuk, kosong dan kacau (‘tohu wa bohu’), Allah membawa dunia menjadi teratur.  Ketika Allah melihat segala sesuatu yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik, hal ini berarti bahwa setiap ciptaan sudah berada pada posisi dan fungsi yang tepat.

Kejadian 1:31 “Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik…”

Sebagai ciptaan yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, manusia juga dipanggil untuk hidup dalam sistem Allah, yaitu seturut rancangan dan tujuan-Nya.

      1. Percayalah bahwa hidup kita ada dalam rancangan Tuhan
        Kita bukan hasil kebetulan. Tuhan menciptakan setiap orang dengan tujuan. Kejadian 1:26-28 menyatakan bahwa, sebelum Allah memberikan mandat kepada Adam dan Hawa, Allah terlebih dahulu memberkati mereka. Artinya, berkat ada di titik awal untuk memampukan kita menjalankan panggilan kita dan melakukan kehendak-Nya, bukan hadiah setelah kita berhasil melakukan sesuatu.
        Efesus 2:10 menyatakan bahwa kita Adalah buatan Allah (masterpiece, karya agung yang diciptakan dengan tujuan yang besar), diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik (ada tujuan yang Allah berikan bagi setiap kita), yang dipersiapkan Allah sebelumnya (ada perencanaan yang Allah siapkan bagi kita), Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya (pernyataan kehendak Allah bagi kita).
        Pertanyaannya: apakah kita sungguh-sungguh hidup dalam kehendak-Nya, sesuai rencana dan menuju tujuan-Nya?
        Respon Praktis:

          • Jalani setiap musim hidup dengan percaya bahwa Tuhan sedang bekerja.
          • Jangan membandingkan proses hidupmu dengan orang lain.
          • Tetap setia dalam proses, karena Tuhan bekerja tahap demi tahap.

         

      2. Mulailah membangun keluarga menurut sistem Tuhan
        Allah memilih keluarga sebagai tempat pertama untuk menjalankan rencana-Nya bagi dunia. Bahkan setelah manusia jatuh dalam dosa dan sesudah air bah, Allah tetap memakai keluarga untuk melanjutkan tujuan-Nya. Oleh karena itu, sekalipun keluarga kita bukanlah keluarga yang sempurna karena dosa, tetapi merupakan tempat pertama untuk setiap orang dapat mengenal Tuhan, belajar dan bertumbuh dalam kasih, dan mewariskan iman kepada generasi berikutnya.
        Belajar dari Keluarga Elkana (1 Samuel 1) yang tidak sempurna, dimana Penina sebagai istri yang dapat memberikan anak bagi Elkana menyakiti Hana yaitu istri yang mandul. Dalam keadaan demikian, mereka terus membangun budaya untuk selalu datang ke Silo untuk menyembah Tuhan; tetap datang menyembah dan berdoa kepada Tuhan sekalipun Penina selalu menyakiti hati Hana. Bahkan ketika Tuhan menjawab doa Hana dengan memberikan anak kepadanya, yaitu Samuel, Hana mempersembahkannya kembali kepada Tuhan.
        Pertanyaannya: apakah kita menyadari bahwa keluarga kita memang keluarga yang tidak sempurna? Di dalam ketidaksempurnaan keluarga kita, apakah kita selalu mengutakaman Allah dengan datang menyembah dan berdoa kepada-Nya?
        Respon Praktis:

          • Bangun mezbah keluarga melalui doa dan Firman.
          • Biasakan saling mengampuni dan menghargai.
          • Jadikan Tuhan pusat dalam setiap keputusan keluarga.

           

Allah tidak pernah bekerja secara asal-asalan. Jika kita ingin melihat hidup dan keluarga bertumbuh, kita juga perlu terus belajar berjalan menurut rancangan Tuhan. Saat Tuhan menjadi pusat kehidupan, kekacauan dapat berubah menjadi keteraturan, dan keluarga menjadi alat Tuhan untuk memberkati generasi.

KETIKA HIDUP BERJALAN MENURUT SISTEM ALLAH, KITA TIDAK SEKADAR MENJALANI KEHIDUPAN, TETAPI MENGGENAPI RENCANA & TUJUAN-NYA