1 Petrus 5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
PENGERTIAN KERENDAHAN HATI
- Kerendahan hati bukan rendah diri (berpikir buruk tentang diri sendiri), tetapi memberikan kemuliaan kepada Tuhan yang memampukan kita memiliki apa yang kita punya hari ini.
- Kerendahan hati adalah sebuah pilihan yang mulia, tidak peduli status kita, senantiasa memberi pengaruh untuk kebaikan orang lain bahkan lebih dari diri kita sendiri.
- Kerendahan hati adalah kejujuran dalam menilai diri sendiri dalam terang kekudusan Allah dan keberdosaan kita.
- Kerendahan hati adalah kesadaran penuh bahwa keberadaan kita sampai hari ini, semuanya hanya karena anugerah Tuhan.
SUDUT PANDANG KERAJAAN ALLAH
- Orang yang rendah hati, adalah orang yang empunya Kerajaan Sorga (Matius 5:3). Kata ‘miskin’ dalam ayat ini berarti kebangkrutan, tidak memiliki apapun yang bisa diandalkan dalam hidupnya.
- Orang yang rendah hati, akan menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Sorga (Matius 18:4). Anak kecil memiliki ketulusan dalam melakukan segala sesuatu.
- Untuk menjadi besar, harus menjadi pelayan; dan untuk menjadi terkemuka, harus menjadi hamba (Matius 20:26-27). Pelayan dan hamba, adalah mereka menyerahkan hak kepada tuannya, dan hidup sepenuhnya untuk kepentingan tuannya.
- Merendahkan diri akan ditinggikan, meninggikan diri akan direndahkan (Matius 23:12).
MENGAPA KERENDAHAN HATI SANGAT PENTING?
- Perintah Allah (Mikha 6:8; Kolose 3:12; Efesus 4:2; 1 Petrus 5:5).
Dalam perjalanan hidup kita, kita selalu diperhadapkan pada 2 pilihan, antara kita mau taat kepada Tuhan, atau kita mengikuti kemauan kita sendiri. Kenakan kerendahan hati, saat ego kita ‘ditantang’ oleh keadaan, sehingga kita akan senantiasa berjalan dalam ketaatan kita kepada Tuhan. - Yesus Hidup Rendah Hati (Matius 11:29; Filipi 2:5-8; Mazmur 113:5-6)
Yesus adalah teladan sempurna bagi kita. Jika Yesus hidup merendahkan diri-Nya, demikian juga kita sebagai pengikut-Nya, kitapun harus berjalan dalam kerendahan hati. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri, bersama Yesus kita dimampukan untuk hidup dalam kerendahan hati, dan jiwa kita akan mendapat ketenangan. - Allah Menyukai Orang yang Rendah Hati (Mazmur 25:9; Yesaya 57:15; 2 Korintus 7:6)
Allah menyatakan bimbingan, pengajaran, dan tuntunan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati, sehingga kita akan mengalami kemenangan dalam setiap permasalahan yang kita hadapi dalam kehidupan kita.
KESOMBONGAN MENDATANGKAN KEHANCURAN; KERENDAHAN HATI MENDATANGKAN KEHORMATAN (Amsal 18:12 – FAYH)





