Hidup Kekristenan

YOHANES 15:16

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

Tuhan Menetapkan Kita Untuk Berbuah

Banyak orang menganggap tujuan hidup Kristen adalah masuk surga atau menerima berkat Tuhan. Namun Yesus berkata bahwa sejak semula Dia telah menetapkan kita untuk menghasilkan buah yang tetap.  Artinya, hidup kita seharusnya membawa perubahan yang nyata dan memberi dampak bagi orang lain. Kata ‘menetapkan’ bukan sekadar memberi tugas. Kata Yunani tithēmi berarti menempatkan atau mengaruniakan seseorang pada posisi dengan tujuan tertentu. Jadi sejak kita dipilih oleh Kristus, hidup kita sudah memiliki tujuan ilahi, yaitu menghasilkan buah. Berbuah bukan pilihan tambahan bagi orang Kristen, melainkan bagian dari identitas dan panggilan kita.

Ketetapan Tuhan atas hidup kita, orang-orang pilihan-Nya:

  1. Hidup Berbuah
    Tuhan tidak hanya memberikan ketetapan untuk kita lakukan, tetapi Dia juga memberikan penyediaan untuk kita bisa melakukan ketetapan-Nya, yaitu memberikan diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar.  Oleh karena itu, bagian kita untuk berbuah adalah dengan tinggal melekat di dalam Dia (Yohanes 15:4-5).

    Kata ‘tinggal’ dari kata meno, secara praktis mempunyai pengertian:

  • Suka baca / dengar firman Tuhan
  • Taat sepenuhnya terhadap kehendak Tuhan melalui firman-Nya
  • Melepas karakter lama ganti dengan karakter Kristus, sehingga kita semakin serupa Kristus.

Hidup yang berbuah banyak, menunjukkan bahwa kita adalah murid Kristus (Yohanes 15:8); dan hidup sebagai murid Kristus adalah kualitas hidup kekristenan yang sejati.

  1. Berbuah Tetap
    Seperti orang bijak yang membangun rumah di atas batu, kehidupan berbuah tetap berdiri sekalipun banjir hujan dan angin melanda, sebab hidupnya senantiasa mendengar dan melakukan firman Tuhan (Matius 7:24-25).

    Kata ‘berbuah’ dari kata karpos, secara praktis mempunyai pengertian:

  • Memiliki kematangan / kedewasaan dalam menjalani kehidupan
  • Menunjukkan keteladanan hidup bagi orang lain

PASTIKAN HIDUP KEKRISTENAN KITA SELARAS DENGAN KETETAPAN TUHAN: BERBUAH BANYAK & TETAP UNTUK KEPENTINGAN & KEMULIAAN SANG RAJA