Mengejar Kekudusan & Kepuasan Diri

Ibrani 12:14 
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.


Berusaha hidup damai dan mengejar kekudusan, adalah 2 hal yang sama dalam kehidupan kita sebagai umat Tuhan.  Sebab, orang yang hidup dalam damai pasti hidup dalam kekudusan.  Tuhan mau kita mengejar 1 hal saja dalam kehidupan kita.  Janganlah kita terlalu banyak mengejar hal-hal lain yang hanya menyusahkan diri kita sendiri.  Seperti Marta yang ditegur oleh Tuhan Yesus karena terlalu kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi memuji Maria yang telah memilih 1 bagian yang terbaik, yaitu mengerjakan melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan atas hidupnya (Lukas 10:41-42).  Banyak dari kita tidak sadar kalau kita sering menyusahkan diri sendiri dengan mengejar banyak hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.  Melalui ayat tema kita bulan ini, Tuhan Yesus mengingatkan untuk kita mengejar dan mengusahakan damai dan kekudusan.

JANGAN MENJAUHKAN DIRI DARI KASIH KARUNIA ALLAH (ayat 15)

Hal yang harus kita lakukan adalah, menjaga hidup kita sedemikian rupa, sehingga kita tidak menjauhkan diri kita dari kasih karunia Allah yang tidak pernah berhenti atas setiap kita.  Keadaan apapun boleh datang dan terjadi dalam hidup kita, tetapi semua itu tidak pernah membuat kasih karunia Allah berhenti atas hidup kita.  Tanda orang menjauh dari kasih karunia Allah adalah, tumbuh akar pahit, yang mengakibatkan kerusuhan dan kecemaran dalam hubungan, sehingga perdamaian tidak akan terjadi dalam kehidupan kita bersama.  Kata “berusahalah hidup damai” dalam ayat bacaan kita, itu harus terjadi dalam setiap hubungan, baik itu suami dengan istri, mertua dengan menantu, orang tua dengan anak, rekan sepelayanan maupun dalam pekerjaan, dan lain sebagainya.

JANGAN MENJADI CABUL ATAU MEMPUNYAI NAFSU RENDAH (ayat 16)

Hal ini berarti, jangan kita memiliki sikap hati yang memandang rendah dan meremehkan pemberian dan penyediaan Tuhan dalam setiap perjalanan kehidupan kita.  Seringkali, ketika kita terlalu fokus dengan keinginan hati kita, sehingga kita begitu mudah “menukar” pemberian dan penyediaan Tuhan dengan hal-hal yang memuaskan hawa nafsu kita sendiri.  Seperti Esau yang begitu mudah menukar hak kesulungannya hanya dengan semangkuk makanan. 

KEPUASAN DIRI (CONTENTMENT)

Oleh karena itu, kita perlu memiliki rasa puas terhadap diri kita sendiri.  Kepuasan diri akan membawa kita pada sikap hidup yang selalu merasa cukup, sehingga kita akan menjalani kehidupan yang penuh dengan ucapan syukur kepada Tuhan. 

Kunci kehidupan yang puas di dalam Tuhan:

  • Centered on Christ (berpusat kepada Kristus)
  • Count your Blessings (menyadari / menghitung berkat Tuhan)
  • Confidence in God’s Promises (percaya akan Janji Tuhan)

Kepuasan diri menjadi dasar kehidupan yang tidak terjebak dalam gaya hidup konsumerisme, sehingga kita bisa mengatur keuangan dengan baik.  Kita harus memiliki kehidupan yang tidak hanya cerdas secara Rohani, tetapi juga cerdas dalam mengatur keuangan. 

Dalam 1 Raja 4:1-7, ada seorang janda yang ditinggal mati suaminya yang adalah seorang nabi.  Akan tetapi, suaminya mati meninggalkan hutang.  Melalui kisah ini kita belajar bagaimana mengelola keuangan kita:

  • Berhenti meminjam uang, baik itu kepada orang lain, apalagi kepada pihak online (pinjol, judol).
  • Maksimalkan apa yang kita miliki di rumah kita.
  • Cari nasihat / hikmat dari orang-orang yang dewasa secara Rohani.
  • Bertindak dalam iman sesuai dengan firman Tuhan.

KEJAR SUNGGUH-SUNGGUH KEHIDUPAN DALAM DAMAI DENGAN SEMUA ORANG DAN KEHIDUPAN DALAM KEKUDUSAN.  KRISTUS SELALU CUKUP BAGI KITA, SIAPAPUN DAN BAGAIMANAPUN KEADAAN KITA.