Holy One

Mazmur 16:9-10 "Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tentram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang kudus-Mu melihat kebinasaan."

Tema Paskah dan kebangkitan kita adalah The Holy One, semua pasti tahu bahwa hanya ada satu Pribadi yang ditentukan menjadi pribadi yang kudus, bahkan setan pun tahu siapa Pribadi yang kudus itu.  Yesuslah pribadi yang mati lalu bangkit dan naik ke surga.  Dalam khotbah yang Petrus sampaikan, dia menjadi saksi yang melihat bagimana Roh Kudus melawat orang-orang yang begitu banyak dipenuhi oleh Roh Kudus di hari Pentakosta. Ada banyak orang seperti mabuk, tetapi sebenarnya mereka berkata-kata dengan bahasa yang baru dan berbeda serta dipenuhi dengan sukacita.

Dalam Kisah Para Rasul 2:22-36, Yesus orang dari Nazaret, Dialah orang yang ditentukan oleh Allah Bapa sesuai rencana-Nya untuk menjadi The Holy One.  Yesus telah mati dan bangkit pada hari yang ketiga.  The Holy One, memiliki kuasa untuk mentahirkan.  Ingat seorang Wanita yang disembuhkan dari pendarahan selama 12 tahun, ia ditahirkan oleh Yesus saat menjamah jubah-Nya. Dan ada orang kusta berteriak Yesus apakah engkau mau menyembuhkan aku? Lalu Yesus menyembuhkan orang itu dari kusta dan dia menjadi tahir.  Rabi-rabi dizaman itu tidak diperbolehkan melakukan apa yang Yesus lakukan. Tetapi yang kudus dari Allah itu telah melakukan bagian-Nya.

Didalam Yesus tidak ada kematian dan kebusukan, dan hanya di dalam Dia ada kebangkitan.  Dan saat ini ada tanda-tanda Ajaib yang menyertai dan bagi orang-orang yang percaya kepada Yesus.  Alkitab jelas katakan, bahwa maut sudah dikalahkan.  Hidup kita harus berkenan kepada Tuhan (Kisah Rasul 13:22-23).  Pada ayat yang ke-23 Allah menyatakan bahwa melalui keturunan Daud, Allah akan membangkitkan juruselamat bagi banyak orang Israel, Yaitu Yesus.

Dalam Mazmur 16:1-2, kita belajar tentang bagaimana supaya kita dapat berkenan dihadapan Tuhan:

  1. Bergantung penuh kepada Tuhan (Mazmur 16:1)
  2. Bergaul dengan Allah (Mazmur 16:3) – Pergaulan buruk merusak kebiasaan yang baik.
  3. Merasa puas, puas dengan apa yang Tuhan telah beri (Mazmur 16:5-6)
  4. Hidup dalam didikan Tuhan (Mazmur 16:7-8)
  5. Selalu memandang Tuhan (Mazmur 16:9)
Allah disurga adalah Bapa kita.  Dia tahu semua yang kita butuhkan dan Ia tidak akan pernah meninggalkan kita sendiri.  Bahkan, kita adalah anak-Nya. Dan telah memberikan jalan kehidupan bagi kita yang seharusnya mati atas semua pelanggaran yang telah kita lakukan.