Menjaga Ketekunan

Foto yang “backlight” terjadi karena kesalahan posisi orang yang mengambil foto dengan menempatkan objek foto di depan sumber cahaya.  Posisi pengambilan foto yang salah akan mengakibatkan obyek foto gelap dan tidak jelas.  Demikian juga dengan sudut pandang kita saat melihat sebuah masalah dalam kehidupan kita.  Kita harus melihat masalah dengan sudut pandang yang benar, sehingga kita bisa melihat dengan benar dan jelas maksud dan tujuan permasalahan itu diizinkan terjadi dalam kehidupan kita.  Dengan sudut pandang yang benar, kita akan bertumbuh dan menjadi lebih kuat melalui permasalahan yang kita alami.  Oleh karena itu, kita harus bermegah (bersukacita/bergembira) dalam kesengsaraan kita (Roma 5:3-5) dan berbahagia sekalipun kita harus menghadapi berbagai pencobaan (Yakobus 1:2-4).

Ketekunan, atau ‘bertahan dalam pencobaan’ dalam ayat tema kita bulan ini (Yakobus 1:12), berasal dari kata “hupomone” yang berarti menetap/tinggal di bawah beban tanpa lari darinya.  Lebih dalam lagi, arti kata tersebut adalah:

  • Menanggung beban untuk membentuk otot iman : seperti beban dalam fitness untuk membentuk otot tubuh; demikian juga beban yang Tuhan izinkan kita alami, semuanya untuk membentuk otot iman kita. Permasalahan akan membuat iman kita lebih kuat.
  • Tetap berjalan ditengah badai, bukan diam menunggu badai reda : tetap aktif dan berjalan sekalipun sedang dalam kesulitan; fokus mencari apa yang Tuhan mau bentuk dalam hidup kita; tidak mengeluh, terus berjalan dalam ketaatan.  Sebab, ketaatan memerlukan ketekunan supaya membawa kita menerima janji Tuhan (Ibrani 10:36).  [Taat – Tekun – Terima]
  • Selalu setia dalam proses : ketekunan menunjukkan iman kita bahwa Tuhan pegang kendali dalam setiap proses kehidupan, sehingga kita tidak kecewa, tetapi tetap setia kepada-Nya.

Beberapa TIPS untuk MENJAGA hidup kita ada dalam ketekunan:

  1. FOKUS PADA KEHENDAK TUHAN DI TENGAH PROSES (Yesaya 40:29-31)
    Fokus pada orang lain hanya akan membuat kita membandingkan diri dan merasa paling menderita, tanpa menyadari bahwa setiap orang memiliki prosesnya masing-masing.  Fokus pada masalah akan membuat kita lemah dan mudah menyerah.  Fokus pada Tuhan melalui firman dan doa, kita akan mendapat kekuatan yang baru.
  2. SELALU MELIHAT TUJUAN, JANJI TUHAN ATAS KITA (Pengkhotbah 3:11)
    Pengkhotbah 3:2-8 menunjukkan ada 28 musim dalam kehidupan kita, dan musim pasti akan berganti dalam perjalanan kehidupan kita.  Di dalam semuanya itu, hanya Tuhan yang akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya.  Pastikan kita melihat, merasakan, menikmati dan mengalami keindahan janji Tuhan di tengah setiap musim kehidupan kita.
  3. MILIKI SUPPORT SYSTEM DALAM PERJALANAN HIDUP KITA (Amsal 27:17)
    Berjalan sendirian, akan membuat kita mudah lelah dan akhirnya menyerah dalam perjalanan kehidupan kita.  Berjalan bersama-sama akan membuat kita saling mendukung dan saling menguatkan saat dalam kelemahan, sehingga kita bisa bertahan dan bertekun menjalani kehidupan kita.  Support system dalam keluarga, yaitu suami istri; dalam komunitas, yaitu rekan atau kakak bahkan orang tua rohani; dalam gereja, yaitu para pemimpin dan rekan pelayanan; dan sebagainya.
  4. PERCAYA, TUHAN SELALU BEKERJA DI BALIK LAYAR (Kejadian 22:10-13)
    Saat Abraham taat naik gunung untuk mempersembahkan Ishak, dia tidak tahu bahwa Tuhan bekerja di balik bukit mengirimkan seekor domba jantan.  Dalam perencanaan dan timeline Tuhan, semuanya disediakan di waktu yang tepat.  Sesaat sebelum Abraham menyembelih Ishak, saat yang sama seekor domba jantan tersangkut tanduknya dalam belukar, sehingga Abraham mengambilnya sebagai korban bakaran menggantikan Ishak.

JAGA KETEKUNAN KITA, SEBAB TUHAN SELALU BEKERJA DI WAKTU YANG TEPAT DAN TERBAIK BAGI KITA