1 Petrus 1:7 [FAYH] “Kesukaran hanyalah ujian iman untuk mengetahui apakah iman Saudara sungguh-sungguh kuat dan murni. Iman Saudara sedang diuji, sebagaimana api menguji emas dan memurnikannya. Bagi Allah iman Saudara jauh lebih berharga daripada emas. Jadi, jikalau sesudah mengalami cobaan-cobaan yang hebat, iman Saudara tetap kuat, maka pada hari Dia datang lagi Saudara akan mendapat banyak pujian, kemuliaan serta kehormatan.”
Pemurnian adalah bagian dari karya keselamatan yang Yesus kerjakan bagi kita. Dalam Alkitab, pemurnian selalu berhubungan dengan pengudusan, pertumbuhan iman dan pembentukan karakter Kristus dalam hidup kita. Semua ini menjadi perjalanan keselamatan kita di dalam Tuhan, sebab Tuhan tidak hanya menyelamatkan kita dari hukuman dosa, Dia juga menyelamatkan kita dari kuasa dan karakter dosa.
Mari kita belajar, apa dan bagaimana kita memahami pemurnian yang Tuhan kerjakan bagi kita:
- PEMURNIAN MERUPAKAN BAGIAN DARI RENCANA ALLAH
1 Petrus 1:7 “Kesukaran hanyalah ujian iman untuk mengetahui apakah iman saudara sungguh-sungguh kuat dan murni…”
Jika ada tujuan, pasti ada perencanaan. Kesukaran yang kita alami adalah bagian dari rencana Allah, sebab ada tujuan. Kesukaran bukan karena kelalaian Tuhan dalam menjaga dan menyertai kita. Dia izinkan, bukan supaya kita hancur, tetapi supaya kita murni dan lebih baik. - API MENGUNGKAP ISI HATI
1 Petrus 1:7 “Iman Saudara sedang diuji, sebagaimana api menguji emas & memurnikannya.
”Ketika hidup ‘dipanaskan’, maka kotoran dalam hati kita akan muncul. Ego akan naik ke permukaan, ketakutan dan kekuatiran muncul, kepahitan mulai terlihat dan terasa, juga motivasi yang tersembunyi akan mulai terungkap. Sadari bahwa api tidak menciptakan kotoran, api hanya mengungkapkan apa yang sudah ada. Ketika semuanya muncul, bagian kita adalah saling mengaku dosa dan saling mendoakan, supaya kita sembuh, menjadi lebih baik dan murni (Yakobus 5:16). - TUJUAN: SEMAKIN SERUPA KRISTUS
Roma 8:29-30 “…semua yang dipilih, ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya…mereka dipanggil, dibenarkan dan dimuliakan-Nya…”
Pemurnian bukan tentang sukses atau memperoleh jabatan, tetapi tentang keserupaan. Seorang pemurni tahu emas sudah siap ketika ia bisa melihat bayangannya sendiri di dalamnya. Tuhan tahu kita dimurnikan ketika karakter Kristus mulai terlihat dalam kita: mengampuni saat disakiti, tetap setia saat tidak dilihat, rendah hati saat dipuji, dan tetap percaya sekalipun tidak mengerti. - MEMANG TIDAK NYAMAN, TAPI KITA PERLUKAN
Ayub yang akhirnya bisa memandang dan mengalami Pribadi Allah sendiri (Ayub 42:5); dan Yusuf yang mengakui keterlibatan Allah yang merancangkan kebaikan dalam perjalanan hidupnya (Kejadian 50:20). Apa respon kita terhadap pemurnian? Jangan pahit, mari tetap percaya. Jangan menyerah, mari tetap setia. Jangan fokus pada api, mari fokus pada Tukang Perapinya. Jangan protes atau bahkan lari dari proses.
BERLARILAH MENDEKAT DAN BERTANYA: “TUHAN, APA YANG SEDANG ENGKAU BERSIHKAN DALAM DIRIKU?” KADANG YANG TUHAN BERSIHKAN BUKAN SITUASI KITA, TAPI HATI KITA.





