Hidup yang Kupilih

Perjalanan kehidupan kita selalu menghadirkan pilihan-pilihan, dan pilihan yang kita ambil akan berdampak pada apa yang kita alami dan kita peroleh dalam kehidupan kita.  Oleh karena itu, penting bagi kita untuk senantiasa mengambil pilihan yang terbaik.  Sebab, ada beberapa hal dalam kehidupan kita yang tidak bisa diulang lagi.

Mari kita belajar dari seorang tokoh di Alkitab yang luar biasa, sebab ditengah keadaan yang berat dan tidak mudah untuk dijalani, dia tetap memilih Tuhan sebagai pilihan hidupnya.  Tokoh ini adalah Daniel (Daniel 6).

PROMOSI DARI RAJA & KEHIDUPAN DI DALAM ALLAH

Daniel 6:4  “…raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.”

Daniel sedang dalam masa promosi, sebab raja Darius melihat bahwa Daniel mempunyai roh yang luar biasa dan kehidupan yang melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja.  Keadaan ini membuat para pejabat tinggi dan wakil raja tidak suka dan mencari-cari cara untuk mendakwa Daniel, hingga mereka menghasut raja supaya mengeluarkan suatu surat perintah yang tidak bisa diubah dan dicabut kembali, yaitu surat undang-undang supaya semua orang hanya menyampaikan permohonan kepada raja selama 30 hari.  Jika ada yang melanggar undang-undang yang dibuat raja, mereka akan dilemparkan ke gua singa.

Mendengar semua itu, Daniel tetap melakukan kebiasaan yang sudah dilakukan dalam kehidupannya, yaitu 3x dalam sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allah (Daniel 6:11).  Ketika diperhadapkan pada promosi atau Allah, Daniel tetap memilih Allah dalam kehidupannya.  Bagaimana dengan kita?  Saat keadaan tidak baik-baik saja, apakah kita senantiasa memilih Allah dalam kehidupan kita?

PILIHAN DALAM MASA PEMURNIAN

Dalam tema pemurnian bulan ini, kita juga perlu selalu pertanyakan dalam diri kita, apakah kita selalu memilih Allah dalam setiap perjalanan hidup kita, baik waktu dalam keadaan yang diberkati ataupun saat dalam tantangan dan permasalahan yang kita hadapi?  Hal ini penting untuk menjadi perenungan kita, sebab pemurnian itu terjadi untuk membuktikan, siapa yang selalu ada dalam hati kita saat kita menjalani kehidupan kita.

IMAN YANG TERUS DIBANGUN

Allah tidak hanya memiliki rencana keselamatan atas kita, Dia juga Allah yang ingin berjalan bersama dengan kita saat kita harus masuk ke gua singa, melewati gunung yang tinggi bahkan lembah-lembah yang kelam dalam hidup kita.  Melalui kisah ini, kita belajar bahwa iman Daniel tidak dibangun di gua singa, tapi dibangun selama bertahun-tahun dalam keseharian hidupnya.  Hidup bagi Allah tidak hanya dibangun melalui peristiwa besar yang terjadi dalam hidup kita, tetapi terus dibangun meski tanpa apresiasi dan validasi dari orang lain.

TUJUAN GUA SINGA

Melalui peristiwa Daniel selamat dari gua singa, nama Allah menjadi termasyur sebab raja Darius menuliskan surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku dan bahasa untuk takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, yaitu Allah yang hidup dan kekal selamanya, yang berkuasa melepaskan dan menolong Daniel dari cengkraman singa-singa.  Setiap kita pasti rindu nama Allah menjadi termasyur melalui kehidupan kita.

HIDUP HANYA SEKALI, MARI KITA HIDUP BAGI ALLAH,  KARENA HIDUP KITA TELAH TERLEBIH DITEBUS OLEH KEMATIAN-NYA DI ATAS KAYU SALIB