Kota Benteng Keselamatan

Mazmur 46:1-12 – “Allah, kota benteng kita”

Ditengah tema Pemurnian yang sedang kita jalani, kita perlu menyadari bahwa melalui setiap tantangan dan kesukaran yang kita hadapi, Pribadi-Nya akan lebih nyata dalam hidup kita.  Hari ini, kita akan belajar tentang siapa Pribadi Allah bagi kita, yaitu:

  1. Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan (ayat 2-4) – Pengakuan kita.
    Dalam kesukaran, kita tidak perlu takut.  Kita perlu memperhatikan apa yang keluar dari mulut kita (perkataan kita).  Mazmur63:8-9, menyatakan “Engkau telah menjadi pertolonganku, dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai…tangan kanan-Mu menopang aku.”  Di Tengah kesukaran dan kesulitan, kita menjadi pribadi yang semakin kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya (Efesus 6:10).  Oleh karena itu, mari kita perbanyak persekutuan kita dengan Tuhan.
  2. Allah adalah tempat kediaman (ayat 5-8) – Posisi aman kita.
    Saat kita selalu ada dalam hadirat-Nya, kita ada dalam terang.  Dan di dalam terang itulah kita merasa aman.  Seperti ketika Tuhan menyatakan penyertaan-Nya bagi Nuh dan keluarganya di dalam Bahtera, ketika seluruh dunia binasa karena air bah; bangsa Israel yang tenang dalam damai Sejahtera di tanah Gosyen, ketika seluruh Mesir goncang karena 10 tulah yang terjadi.  Mazmur 16:11 menyatakan “…dihadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”
  3. Allah adalah tempat kediaman (ayat 5-8) – Posisi aman kita.
    Saat kita selalu ada dalam hadirat-Nya, kita ada dalam terang.  Dan di dalam terang itulah kita merasa aman.  Seperti ketika Tuhan menyatakan penyertaan-Nya bagi Nuh dan keluarganya di dalam Bahtera, ketika seluruh dunia binasa karena air bah; bangsa Israel yang tenang dalam damai Sejahtera di tanah Gosyen, ketika seluruh Mesir goncang karena 10 tulah yang terjadi.  Mazmur 16:11 menyatakan “…dihadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”
  4. Allah adalah pembela kita (ayat 11-12) – Damai Sejahtera kita.
    Dalam diam dan tenang, kita akan mengetahui Pribadi Allah.  Mazmur 55:23 yang dikutip juga oleh Petrus dalam 1 Petrus 5:7 menyatakan “Serahkanlah segala kekuatiran kita kepada-Nya, maka Tuhan akan memelihara kita.”  Diam dan tenang, bukan berarti menyerah, tetapi berserah, sebab kita percaya Allah pembela kita.