Memasuki minggu terakhir menjelang peringatan kematian Tuhan Yesus (Jumat Agung), kita belajar bagaimana kasih-Nya yang besar kepada kita, dinyatakan-Nya dengan memberikan diri-Nya tergantung dan menjadi terkutuk di atas kayu salib. Seharusnya kitalah yang tergantung dan terkutuk karena dosa. Tetapi, karena kasih-Nya yang besar, Dia menggantikan kita. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Alkitab juga jelas menyatakan bahwa kitalah sahabat-Nya (Yohanes 15:13-15). Yesus melakukan semua itu bagi kita.
DAUD & YONATAN (1 Samuel 18:1-5)
Kisah yang terjadi antara Daud dan Yonatan, memberikan gambaran jelas akan pertukaran yang terjadi. Setelah Daud mengalahkan Goliat, dia bertemu dengan Yonatan, dan keduanya mengadakan perjanjian (covenant). Yonatan memberikan jubahnya, baju perangnya, pedangnya, panahnya, dan ikat pinggangnya kepada Daud (ayat 4), sehingga Daud menjadi seorang anak raja dan sebaliknya Yonatan menjadi seorang gembala yang sederhana. Yonatan menggambarkan Yesus, dan Daud Adalah gambaran kita semua.
Yohanes 1:12 menyatakan, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”
Sadarkah kita, bahwa keberadaan kita sekarang ini yaitu sebagai orang-orang yang menerima kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, adalah karena pertukaran yang terjadi di atas Kalvari. Dia yang kudus, mulia dan tidak berdosa dijadikan terkutuk dan berdosa, supaya kita yang penuh dosa dibenarkan, dikuduskan dan dimuliakan. Inilah pernyataan kasih terbesar yang pernah kita terima dan alami dalam kehidupan kita.
MEFIBOSET & DAUD (2 Samuel 9:1-13)
Perjanjian (covenant) yang dibuat oleh Daud dan Yonatan, adalah perjanjian yang berlaku sampai pada keturunan mereka, bahkan sampai selama-lamanya (1 Samuel 20:41-42). Oleh karena itu, Daud mencari keluarga Saul bukan untuk membunuhnya, tetapi untuk menunjukkan kasihnya kepada Yonatan. Daud minta supaya Mefiboset dibawa menghadapnya untuk mengembalikan segala berkat dan kekayaan Saul kepadanya, bahkan makan sehidangan dengan Daud, sebagai raja saat itu (ayat 7). Dalam peristiwa ini, Daud menggambarkan Yesus, dan Mefiboset adalah gambaran kita semua. Dosa membuat kita kehilangan gambar dan rupa, bahkan kemuliaan Tuhan. Kematian-Nya adalah untuk mengembalikan semua yang hilang itu kepada kita.
Roma 8:29-30 menyatakan, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”
KEMATIAN-NYA ADALAH PERNYATAAN KASIH TERBESAR YANG PERNAH KITA TERIMA DAN ALAMI DALAM KEHIDUPAN KITA





