Orang ke Empat

Daniel 3:23-28
Katanya: ”Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!”


Kita masuk didalam bulan yang baru, dan akan belajar dari Hananya (Sadrakh), Misael (Mesakh), dan Azarya (Abednego). Dalam kitab Daniel 3:23-28, ada sebuah persitiwa yang sangat menarik. Karena keteguhan iman mereka, ketiga pemuda ini dicampakkan ke dapur berapi (Ay.16-18) yang dipanaskan tujuh kali lipat (Ay. 19). Saat didalamnya ketiga pemuda itu tidak mengalami kematian dan ada pribadi keempat bersama dengan mereka. Raja Nebukadnezar dan semua pejabat yang menyaksikan terheran-heran karena mujizat yang terjadi. Pada akhirnya melalui peristiwa ini nama Tuhan dipermuliakan.

Kita harus memahami bahwa tanpa adanya masalah tantangan menyembah berhala dan dapur berapi, penyataan mujizat Tuhan dan pemuliaan nama Tuhan tidak akan pernah terjadi. Bila kita berbicara tentang dapur api ini memiliki makna sebuah bagian penting dari proses pemurnian dalam hidup orang percaya. Dalam sebuah proses pemurnian, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. penyertaan-Nya senantiasa ada bersama kita. bahkan janji penyertaan-Nya menjamin kekuatan disaat pemurnian kita alami. (1 Petrus 3:7)

Bagian dari firman diatas mengajarkan kepada kita tentang bagaimana dia menyertai kita melalui proses pemurnian hidup kita.:

    1. Kelahiran kembali oleh Rahmat-Nya.
      Yang karena Rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali. Tabiat baru yang hidup dalam kasih karunia-Nya adalah syarat utama sebuah perubahan sejati dalam hidup kita sebagai warga kerjaan-Nya (Efesus 4:21-24)
    2. Kuasa kebangkitan Yesus
      Oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kuasa kebangkitan-Nya yang memberi kekuatan agar kitab oleh hidup dalam kemenangan (Filipi 3:10-11).
      3 kata kunci dalam Kebangkitan Yesus:
      • Kuasa kebangkitan-Nya.
      • Persekutuan dalam penderitaan-Nya.
      • Keserupaan dalam kematian-Nya.
    3. Hidup penuh pengharapan.
      Yesus Kristus menyatakan  dirinya yang penuh pengharapan, yaitu pengharapan akan selalu memampukan kita untuk tetap kokoh melihat kedepan saat melangkah, melalui momen demi momen dalam proses kehidupan (Kolose 1:23)
    4. Diperlihara dalam kekuatan Allah.
      Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah. Tanpa kekuatan Allah, kita akan dengan muda merasa lelah dan gagal saat berusaha menang  dalam menyelesaikan proses pemurnian (Mazmur 28:8-9; Mazmur 46:2)
    5. Masalah dijalani hanya seketika.
      Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita, setiap proses pasti akan berakhir dan selesai saat tujuannya tercapai (1 Petrus 5:10)

Kesimpulan.
Upah dari iman orang percaya yang mengalami penderitaan karena pemurnian :

  1. Menerima bagian kekal: sesuatu yang tidak dapat binasa, cemar dan layu
  2. Bukti kemurnian iman: membuktikan iman kita benar-benar murni.
  3. Menerima kemuliaan: kita akan memperoleh puji-pujian dan kemuliaan, dan kehormatan pada hari Yesus menyatakan diri-Nya.