Tidak Terguncang Sekalipun Diguncang

Ibrani 12:28  Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

Sadarkah kita, bahwa sebagai orang percaya, Kerajaan yang tidak tergoncangkan itu sudah ada di dalam kita, sebab kita telah menerimanya.  Sekalipun mungkin kita tetap merasakan dan mengalami guncangan, tetapi kehidupan dan keberadaan kita di dalam Tuhan tidak pernah tergoncangkan.  Kadang, iman kita mudah ‘goyah’ ketika muncul pertanyaan: “Kalau Tuhan itu baik, mengapa keadaanku tidak baik-baik?”  Menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami bahwa hidup adalah pilihan, dan sekalipun kita dalam keadaan yang tidak baik-baik, PASTIKAN kita memilih pilihan yang benar, yaitu untuk tidak mundur dan menjauh dari Tuhan, tetapi terus maju dan belajar sehingga kita akan memiliki pengalaman dan kehidupan yang semakin bertumbuh di dalam Tuhan.

PENGERTIAN HIDUP BERTEKUN

Amsal 24:16  Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Perjalanan hidup bukan tentang berapa kali kita mengalami kejatuhan, tetapi tentang apakah kita selalu bangun kembali saat kita sedang jatuh?  Inilah yang disebut dengan hidup bertekun.  Jadi bukan hidup dalam kekecewaan karena sedang jatuh, tetapi segera bangun dan bangkit sekalipun kita masih dalam penderitaan dan kesengsaraan karena kita jatuh.  Paulus, justru berbangga / bermegah dalam kesengsaraan, karena kesengsaraan melahirkan ketekunan dan tahan uji, sehingga pengharapan yang tidak mengecewakan itu datang dalam kehidupan kita (Roma 5:3-5).

PENGERTIAN PENDERITAAN (YANG MENGGUNCANG KEHIDUPAN KITA)

  1. Bukan berarti TUHAN tidak ada dan tidak menyertai kita. Sebab, Tuhan justru dekat dengan orang-orang yang patah hati dan menyelamatkan orang yang remuk jiwa (Mazmur 34:19).  Kita perlu waspada terhadap intimidasi Iblis, yang selalu menginginkan kita menjauh dari Tuhan.
  2. Tidak selalu berarti sedang dalam penghukuman. Tidak semua penderitaan terjadi karena kesalahan yang kita lakukan.  Kita perlu waspada terhadap penilaian atau ucapan yang menghakimi dari orang-orang di sekitar kita.  Ayub, Yusuf, bahkan Yesus pun mengalami penderitaan sekalipun mereka tidak melakukan kesalahan.
  3. Sesuatu yang dipakai Tuhan untuk memurnikan. Sadari, penderitaan yang kita alami itu bukan pedang yang akan membunuh dan menghancurkan hidup kita, tetapi seperti pisau bedah yang melukai untuk menyembuhkan kita dari segala sakit yang kita alami dalam kehidupan kita.

KEBENARAN SAAT DALAM PENDERITAAN (GUNCANGAN HIDUP)

  • Tuhan tidak bersukacita melihat kita mengalami penderitaan, sekalipun memang penderitaan itu melukai dan menyakiti kita. Seperti orang tua yang mengantar anak yang takut ke dokter, ada perasaan tidak tega, tetapi karena rasa sayang yang begitu besar, dan demi kesembuhan anak, orang tua harus membawa anak ke dokter.
  • Tuhan tidak menciptakan penderitaan, tetapi Dia tidak membuangnya begitu saja. Penderitaan diizinkan-Nya untuk kebaikan kita.
  • Tuhan adalah penebus kehidupan kita dari penderitaan kekal. Jika Dia telah menolong kita, Dia pasti akan selalu menolong kita.

ANDA TIDAK BISA MEMPERBAIKI DIRI SENDIRI SUPAYA BISA MENEMUKAN TUHAN; TEMUKAN TUHAN, MAKA DIA AKAN MEMPERBAIKI KEHANCURAN DALAM HIDUP ANDA.