Iman yang Tak Tergoyahkan

1 Samuel 17  Iman yang tidak tergoyahkan bukan berarti tidak punya masalah atau tidak pernah mengalami ketakutan, tetapi ketika keadaan berubah, tetapi kita tetap percaya kepada Tuhan.  Mari kita belajar dari bagaimana Daud berjalan dalam iman yang tak tergoyahkan saat menghadapi Goliat:

  1. LIHAT MASALAH DARI SUDUT PANDANG TUHAN à RAKSASA vs ALLAH YANG HIDUP
    Bangsa Israel terus melihat besarnya Goliat, sampai mereka lupa kepada besarnya Allah yang hidup.  Daud melihat Goliat dari sudut pandang yang berbeda, bahwa dia telah menghina barisan tentara Allah yang hidup.  Seperti kamera yang di-zoom terlalu dekat, seseorang bisa terlihat sangat besar.  Padahal sebenarnya normal saja.  Demikian juga masalah, jika pandangan kita fokus dan ‘zoom’ terlalu lama, akan jadi masalah yang terlalu besar bagi kita.  Petrus juga mengalami hal yang sama. Ketika matanya tertuju kepada Yesus, ia berjalan di atas air. Ketika fokusnya berpindah kepada angin dan gelombang, ia mulai tenggelam.
    Praktisnya : Ketika masalah datang, jangan lihat hal-hal negatif/buruk yang melemahkan, mari kumpulkan bukti kebaikan Tuhan yang pernah kita alami dalam kehidupan kita

 

  1. KENALI TUHAN MELALUI KESEHARIAN
    Iman Daud tidak muncul tiba-tiba ketika berhadapan dengan Goliat.  Daud telah mengalami Tuhan saat menghadapi singa dan beruang dalam kesehariannya menggembalakan domba. Pengalaman itu memperdalam dan memperkuat pengenalannya akan Allah.  Artinya, iman untuk menghadapi Goliat dibangun dari pengalaman bersama Tuhan dalam keseharian. Bangun iman dalam keseharian kita, libatkan dan andalkan Tuhan dalam keluarga, pekerjaan, sekolah, bisnis, pelayanan, keputusan sehari-hari, dan segala aspek hidup kita.
    Praktisnya : libatkan Tuhan melalui doa & perenungan firman, bukan hanya dalam pergumulan besar, tetapi juga dalam keputusan-keputusan kecil dalam keseharian kita. 

 

  1. JADIKAN IMAN SEBAGAI GAYA HIDUP
    Setelah Daud menghadapi Goliat, hidupnya tidak terbebas dari masalah.  Di kemudian hari, Daud mengalami Ziklag dibakar, keluarganya ditawan, dan orang-orangnya bahkan hendak melemparinya dengan batu. Tetapi dalam keadaan yang sangat tertekan itu, Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya (1 Samuel 30:6).  Ini menunjukkan bahwa immovable faith bukan hanya iman ketika menghadapi Goliat, tetapi merupakan gaya hidup.  Sebab, Tuhan tetap Tuhan yang baik dan berkuasa ketika Goliat berdiri ataupun Ziklag sedang terbakar. Jangan bangun iman hanya berdasarkan apa yang Tuhan lakukan, tetapi pada Siapa Tuhan itu.

    Praktisnya:

  • Ketika jawaban doa belum ada, mari kita tetap percaya.
  • Ketika jalan keluar belum terlihat, mari kita tetap berdiri.
  • Ketika belum mengerti apa yang Tuhan kerjakan, kita tetap percaya kepada Pribadi-Nya.

IMAN YANG SEJATI, ADALAH IMAN YANG MEMBAWA HIDUP KITA TIDAK TERGONCANGKAN DI DALAM KRISTUS