Matius 20:28 “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani
dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Melalui ayat tema kita bulan ini, kita bisa melihat bahwa kepemimpinan Yesus adalah sebagai raja yang melayani, bukan sebagai raja yang harus dilayani. Hal ini tentu tidak seperti seorang Raja pada umumnya. Seringkali, yang ada dalam pemikiran kita saat mendengar kata “Raja” adalah Pribadi Eksklusif yang harus dilayani. Tuhan kita bukan Tuhan yang demikian. Kepemimpinan-Nya sebagai Raja adalah kepemimpinan yang melayani.
Sebagai manusia, kita pun bisa melayani dengan berbagai alasan, yaitu karena kasih (love, sayang),
belas kasihan, kemauan untuk berbagi hidup, dan juga untuk ‘aktualisasi’ atau demi keuntungan diri
(flexing).
Saat kita melayani, kita perlu waspada, karena kadang tanpa kita sadari, Iblis bisa menyerang sisi
utama kehidupan kita, seperti :
- Kesatuan
Sadari, bahwa Iblis selalu mencari celah untuk menyerang kesatuan kita melalui ketersinggungan, iri hati, dan rasa benci dengan saudara-saudara; Iblis juga begitu suka membiarkan kita terlibat pelayanan dengan hati luka penuh ketersinggungan, iri hati dan rasa benci, sehingga kesatuan kita akan semakin rusak dan hancur. Kisah 17:20-21 menyatakan, bahwa Yesus pun berdoa untuk kesatuan kita. Dalam hidup bersama, salah paham adalah hal yang wajar terjadi, tapi ketika kita tersinggung dan semakin tenggelam dalam ketersinggungan kita, hal itu berarti kita sedang “menggigit” umpan Iblis, dan hidup kita akan dikendalikan sepenuhnya oleh Iblis
Saat kita sedang marah, jangan kita berbuat dosa :
– Mazmur 4:7 – ‘cooling down’ dulu secara pribadi.
– Efesus 4:26-27 – jangan ngambek, sebab saat kita ngambek, kita sedang memberi kesempatan utk iblis membangun gengsi semakin tinggi, dan semakin hancur kehidupan kita.
Matius 5:23-24 – sadari, pemulihan hubungan adalah hal yang sangat esensi di hadapan Tuhan. - Kekudusan
Dalam point ini, hal lain yang sangat essensi juga di hadapan Tuhan adalah, bagaimana kita tetap menjaga hidup kita seturut dengan kehendak-Nya. Matius 7:21-23 mengingatkan kita untuk hati-hati supaya kita tidak ‘terjebak’ dalam pelayanan yang hebat, tapi ternyata kita tidak melakukan kehendak-Nya. Oleh karena itu, jaga hati dan hidup kita, untuk senantiasa berjalan dalam kehedak-Nya.
MELAYANI DENGAN SEGENAP HATI AKAN BERDAMPAK BAIK DAN SEHAT,
TETAPI MELAYANI DENGAN LUKA HATI AKAN BERDAMPAK BURUK DAN JAHAT





