Kisah Para Rasul 2:4
”Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
Bahasa lain dalam ayat ini adalah bahasa baru, yang sama sekali berbeda dari bahasa mereka yang berkata-kata saat itu. Ini adalah bahasa ‘spesial’ yang diucapkan melalui pengilhaman Roh Kudus dan tidak dipelajari sebelumnya oleh mereka yang mengatakannya. Salah satu contoh: ada orang Bandung yang berbahasa Sunda, dan sebelumnya tidak pernah belajar bahasa Jawa, tetapi ketika Roh Kudus mengilhamkan bahasa baru, tiba-tiba dia bisa berbahasa Jawa dengan baik dan lancar menyatakan perkataan yang memberitakan tentang keselamatan dalam Kristus Yesus. Ini adalah salah satu manifes bahasa lidah dalam kehidupan kita.
PERTOBATAN & BAPTISAN ROH KUDUS
Beberapa hal yang perlu kita pahami tentang pertobatan dan baptisan Roh Kudus:
- Pertobatan, diikuti oleh baptisan air > baptisan air adalah tanda pertobatan, deklarasi bahwa kita telah menyerahkan diri kita menjadi milik Kristus dan menjalani hidup baru bersama Kristus.
- Setelah pertobatan, bisa langsung mendapatkan baptisan Roh Kudus > artinya, baptisan Roh Kudus tidak harus terjadi setelah baptisan air.
- Baptisan Roh Kudus langsung diikuti oleh berkata-kata dengan bahasa lain > ketika Roh Kudus turun atas kita, maka kita akan mulai berkata-kata dalam bahasa yang baru (Kisah 2:4; 19:6).
- Semua orang berhak dibaptis, dipenuhi Roh Kudus, dan menerima karunia bahasa lidah.
KESALAHPAHAMAN BAHASA LIDAH
1 Korintus 13:8-10, menyatakan bahwa bahasa roh akan lenyap saat yang sempurna datang. Banyak orang memaknai “sempurna”, yaitu saat peristiwa kanon Alkitab. ‘Kanon’ berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘tongkat pengukur, standar atau norma’. Secara historis, Alkitab telah menjadi norma yang berotoritas bagi iman dan kehidupan bergereja. Proses pengkanonan dilakukan oleh berpuluh-puluh ahli kitab suci dan bahasa untuk menemukan kitab yang benar-benar suci dan diwahyukan Allah untuk dijadikan satu dalam Alkitab, Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB).
Inilah yang dianggap “sempurna” oleh para teolog. Tetapi, kebenaran menyatakan bahwa yang sempurna itu sebenarnya adalah kedatangan Yesus yang kedua nanti (1 Korintus 13:11-12; 1 Yohanes 3:2). Jadi bahasa roh / bahasa lidah, masih terjadi sampai saat ini.
MENGAPA PENTING MEMILIKI BAHASA LIDAH?
- Merupakan Bahasa Komunikasi dengan Allah, mengungkapkan hal-hal rahasia (1 Korintus 14:2).
- Merupakan Bahasa Doa Pribadi (Roma 8:26-27).
- Merupakan Bahasa Doa Peperangan Rohani (Efesus 6:18-20).
- Merupakan Bahasa Pujian dan Penyembahan (1 Korintus 14:15).
- Merupakan Bahasa untuk Membangun Diri (1 Korintus 14:4).
- Merupakan Bahasa untuk Membangun Jemaat (1 Korintus 14:12-13).
CARA MEMPEROLEHNYA
- Mempunyai Sikap Lapar dan Haus (Kisah 2:1) > yang melihat Yesus naik ke Surga, ada 500 orang, tetapi hanya 120 orang yang bertahan (memiliki lapar & haus) menantikan Roh Kudus.
- Meminta dan percaya dengan iman (Kisah 2:2-3) > percaya dengan iman, jangan dengarkan intimidasi Iblis yang membuat kita ragu dan selalu berkata: “hentikan, kamu hanya ikut-ikutan” atau “itu bukan Bahasa Lidah, kamu buat-buat sendiri.”
- Mulai memperkatakan sesuai dengan dorongan hati (Kisah 2:4) > seperti bayi yang belajar berbicara, akan terus belajar dan berusaha berbicara, sampai bisa berbicara dengan lancar.
Bahasa lidah bukan satu-satunya tanda baptisan Roh Kudus. Tanda lain adalah kehidupan yang berbuah Roh, mengalami perubahan karakter menjadi semakin serupa Kristus. Tetapi, sekalipun demikian, kita terus mendorong semua orang percaya untuk bisa menerima karunia bahasa lidah.
PERTANYAANNYA BUKAN: “HARUSKAH SAYA BERBAHASA LIDAH?”
TETAPI: “MAUKAH ANDA BERBAHASA LIDAH?”





