Filipi 3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan [sangat merindukan] Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya [di bawah pemerintahan-Nya].
Hidup sebagai Warga Kerajaan Sorga”, kita belajar tentang Kristen Lahir Baru, supaya kita tidak sekedar tahu posisi kita, tetapi juga melakukan fungsi kita sebaga Warga Kerajaan yang baik.
PENGERTIAN
Kerajaan Sorga adalah sebuah sistem pemerintahan atau suatu tatanan dimana YESUS menjadi Raja dan satu-satunya Pribadi yang dirindukan di dalamnya. Aplikasi Kerajaan Sorga, dimulai dari setiap pribadi, yaitu kita yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan menjadikan-Nya sebagai Raja di dalam kehidupan kita. Tentunya, ketika Yesus menjadi Raja dan berkuasa sepenuhnya dalam kehidupan kita, maka yang keluar melalui perkataan, yang muncul dalam pikiran, yang terjadi melalui setiap tindakan dan perbuatan kita, adalah hal-hal yang menunjukkan dan menyatakan pribadi Yesus yang ada di dalam kita.
HATI YANG LAHIR BARU
Kata kunci supaya perkataan, pikiran, tindakan dan perbuatan yang menyatakan Pribadi-Nya adalah, apakah hati kita sudah lahir baru?
- Hati yang belum lahir baru (timbul segala yang jahat) – Markus 7:20-22
- Hati yang lahir baru (telah dibersihkan) – Ibrani 10:19-22
Ketika kita bertobat dan menerima Yesus, hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat. Inilah sebenarnya kehidupan warga Kerajaan Sorga, yaitu kehidupan sebagai orang KRISTEN dengan hati yang telah LAHIR BARU.
KEHIDUPAN KRISTEN LAHIR BARU
Apa yang perlu kita bangun dalam kehidupan kita, supaya kita hidup sebagai Warga Kerajaan Sorga, dan menjalani kehidupan Kristen Lahir Baru?
- KEHENDAK BEBAS: UNTUK MENGENAL KRISTUS
Kehendak bebas kita, hanya mengarah kepada 2 “kutub” yaitu semakin mengenal Kristus, atau semakin menolak atau menjauh dari Kristus, dimana hal ini akan terlihat dari bagaimana kita memberikan respon terhadap apa yang terjadi dalam perjalanan hidup kita. Mari kita belajar seperti Paulus yang memutuskan bahwa apapun yang dialami, kehendak bebasnya hanyalah untuk mengenal Kristus (Filipi 3:10). Hanya orang yang menyerahkan kehendak bebasnya untuk semakin mengenal Kristus, yang bisa menjalani hidup menuju keserupaan dengan Kristus, sehingga Pribadi-Nya semakin nyata dalam kehidupan kita. Di pasal yang sama, Paulus mengingatkan supaya kita tidak kita menggunakan kehendak bebas kita kepada hal-hal yang membawa kita menjadi seteru salib Kristus (Filipi 3:18). - GAYA HIDUP KASIH DIMULAI DARI KELUARGA
Dalam Ulangan 6:1-7, dikatakan bahwa Allah, melalui perantaraan Musa, memberikan perintah kepada setiap orang tua untuk kita lakukan dengan setia, supaya:
- Kita dan anak cucu kita hidup takut akan Tuhan (ayat 2).
- Baik keadaan kita (ayat 3)
- Tergenapi janji Tuhan dalam hidup kita (ayat 3).
Perintah yang diberikan kepada orang tua, menunjukkan bahwa keluarga harus menjadi prioritas utama, dan kita bangun gaya hidup kasih di dalamnya. Jangan terbalik. Banyak orang saat membangun pelayanan dan karir dalam pekerjaan, tanpa sadar justru meninggalkan keluarga. Perintah mengasihi Tuhan, disempurnakan dengan hukum kedua yang sama dengan itu, yaitu kasihilah sesama manusia (Matius 22:36-39). Bukti nyata kita mengasihi Tuhan, akan terlihat dari kehidupan yang mengasihi pasangan (istri dan suami), dan anak-anak dalam keluarga kita.
TUNDUKKAN KEHENDAK BEBAS UNTUK SEMAKIN MENGENAL KRISTUS, BANGUN GAYA HIDUP KASIH DI DALAM KELUARGA KITA.





