Mengejar Kekudusan

Ibrani 12:14 “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

“Kekudusan” berasal dari kata Yunani “hagiasmos”, yang berarti dipisahkan atau dikhususkan untuk tujuan yang mulia.  Sebagai orang percaya yang telah ditebus dan dibenarkan oleh korban Kristus, kita memiliki dan menjalani kehidupan yang dipisahkan dari dunia ini, dikhususkan untuk kemuliaan Tuhan.  Penebusan Kristus membawa kita menjadi warga kerajaan surga; memiliki cara hidup yang berbeda dengan dunia, tidak lagi hidup dalam dosa, tetapi dalam Kristus.  1 Petrus 1:16 menyatakan “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”  Hidup dalam kekudusan adalah perintah dan kehendak Allah bagi kita.  Karya Yesus di atas kayu salib, membuka jalan bagi kita untuk hidup dalam kekudusan.

Melalui ayat tema kita hari ini, mari kita belajar lebih dalam tentang kekudusan:

  1. Kekudusan telah diberikan, tetapi harus dikejar (Ibrani 12:14 “…kejarlah kekudusan…”)
    Hidup dikuduskan, tidak otomatis membuat kita sempurna dan kebal dosa.  Kita masih ‘daging’ yang bisa jatuh dalam dosa, terlebih kita hidup di dunia yang berdosa dan tidak sempurna.  Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dengan kehidupan kita.  Memakai baju putih tidak otomatis membuat kita anti kotoran, justru kita harus berhati-hati menjaga baju kita supaya tidak kotor. 

    Roma 8:29-30 menyatakan proses kehidupan yang harus kita jalani untuk menjaga dan mengejar kekudusan, yang membawa kita pada kesempurnaan, yaitu serupa dengan Kristus:

    Dipilih-Nya :  semata-mata karena kasih karunia-Nya kepada kita.  Sebagai orang pilihan, kita tidak bisa lagi menjalani hidup dengan sembarangan.  Seperti atlit yang dipilih masuk pelatnas, pola makan, latihan, mental, istirahat, SEMUANYA DIATUR.

    Ditentukan-Nya :  untuk menjadi serupa Kristus.  RESPON kita terhadap setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita, HARUS membawa kita semakin serupa Kristus.

    Dipanggil-Nya :  jalani keseharian kita, profesi kita masing-masing, sebagai panggilan dan pelayanan kita kepada Tuhan (Kolose 3:23).

    Dibenarkan-Nya :  standard kehidupan kita, adalah kebenaran yang sejati, yaitu FIRMAN TUHAN (Yohanes 17:17).  Firman itu seperti CERMIN yang menjaga hidup kita ‘rapi’; seperti SABUN yang membersihkan kita dari kuman & bakteri.  Bayangkan bagaimana kita jika tidak pernah bercermin atau mandi pakai sabun.  Demikianlah hidup kita tanpa Firman Tuhan.

    Dimuliakan-Nya :  pada akhirnya, proses dan perjalanan hidup kita membawa kita pada kemuliaan, yaitu kehidupan yang segambar dan serupa dengan Allah.

    Kejar dan usahakan kekudusan, sehingga dalam keadaan apapun yang kita alami, kita terus berjalan menuju keserupaan dengan Tuhan

  2. Kekudusan memampukan kita melihat Tuhan (Ibrani 12:14 “…tanpa kekudusan, tidak seorangpun akan melihat Tuhan…”)
    Ibrani 12 menyatakan, bahwa kehidupan kita sebagai orang percaya, ada dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita (ayat 1).  Jalani perlombaan dengan mata yang senantiasa tertuju pada Yesus, yang memimpin iman kita kepada kesempurnaan (ayat 2).  Jika kita tidak bisa melihat Yesus, kita akan menjadi lemah dan putus asa, serta mudah menyerah (ayat 3); bahkan kita menjadi anak gampangan yang bertumbuh tanpa didikan dari Tuhan (ayat 8).  Mata yang senantiasa melihat Tuhan dalam keadaan apapun yang kita alami, akan membawa kita menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai (ayat 11).

    Kejar dan usahakan kekudusan, sehingga kita tidak mudah lelah dan berputus asa.  Sebaiknya, kita akan semakin mengalami Tuhan dalam perjalanan kehidupan kita.

Mari responi karya penebusan Kristus yang menguduskan kita, dengan sungguh-sungguh mengejar kekudusan, dan senantiasa mengusahakan hidup damai dengan semua orang, baik itu dengan mereka yang memperlakukan kita dengan baik, maupun yang sebaliknya.

JANGAN HIDUP LARUT DALAM KEKECEWAAN YANG AKAN MEMBAWA KITA KELUAR DARI KEKUDUSAN & TIDAK BISA MELIHAT TUHAN DALAM HIDUP KITA.