Tidak Tawar Hati

Disneyland, mempunyai motto “Where dreams come true” (dimana mimpi menjadi kenyataan).  Itulah kenapa semua orang sangat menyukainya.  Pola ini sama seperti apa yang dunia tawarkan kepada kita, yaitu perwujudan mimpi dan pengharapkan kita, sehingga kita tidak lagi fokus pada kehendak Allah di dalam kehidupan kita.  Sadarkah kita, bahwa sebagai orang percaya kita hidup sebagai warga Kerajaan Allah yang mengenal dan hidup di dalam Allah, serta menjalani kehidupan yang senantiasa berjalan dan melakukan kehenda-Nya, sekalipun ketika kita melakukannya, kita berada dalam keadaan yang tidak mudah, sulit dan berat untuk kita jalani.

Mari kita belajar dari Paulus, bagaimana dia tidak tawar hati sekalipun mengalami banyak hal yang tidak mudah, sulit dan berat dalam perjalanan hidupnya. 

2 Korintus 4:16  Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.  17  Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.  18  Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

  1. CARA PANDANG YANG BENAR MELIHAT PENDERITAAN (ayat 17)
    Faktanya, penderitaan yang Paulus alami itu adalah penderitaan yang berat dan tidak mudah. Tapi dia berkata: ‘Penderitaan ringan’.  Ini terjadi bukan karena Paulus berhalusinasi atau melakukan penyangkalan, tetapi karena Paulus dalam melihat dan menilai penderitaan itu dengan tolok ukur kemuliaan kekal yang dia alami di tengah penderitaan hidupnya.  Pengharapan akan kemuliaan Kristus memberikan bobot yang jauh lebih berat dari beban apapun yang sedang kita tanggung.  Kita perlu untuk senantiasa memiliki cara pandang yang benar dalam melihat penderitaan.
  2. CARA KITA MEMPERHATIKAN (ayat 18)
    Cara kita memperhatikan akan menentukan posisi dan keputusan dalam perjalanan hidup kita.  Kita akan gagal melihat rancangan indah yang Tuhan kerjakan bagi kita saat kita masih mengenakan “kacamata” dunia untuk menilai segala sesuatu di sekitar kita.  Paulus melihat segala sesuatu dengan kacamata kekekalan:
    • 1 Korintus 9:22-23 semua dilakukan untuk memenangkan jiwa dan memberitakan Injil.
    • 2 Korintus 4:11 kelemahan menjadi sarana untuk menyatakan kehidupan Kristus.

      Perhatikan “kacamata” yang kita kenakan dalam menjalani kehidupan kita.