Kehidupan ini adalah kehidupan yang penuh dengan ujian. Terlebih kehidupan kita sebagai pengikut Kristus, yaitu sebagai orang Kristen. Sebagai contoh, kita bisa melihat Kehidupan para tokoh dalam Alkitab, semuanya tidak lepas dari ujian yang harus mereka hadapi.
Mari kita belajar, apa yang perlu kita punya dan kita latih sebagai orang Kristen, supaya kita bisa bertahan dalam penderitaan? Kita akan belajar dari 1 Petrus 4:12-19.
- MEMILIKI MINDSET (POLA PIKIR) KERAJAAN ALLAH – ayat 12-13
Sebagai orang percaya, kita harus senantiasa percaya bahwa hidup kita ada di dalam Dia dan Dia juga ada di dalam kita. Kalau kita percaya bahwa Yesus adalah sumber jawaban atas segala permasalahan hidup kita, maka kemanapun kita berjalan dan dalam keadaan apapun yang kita alami, jawaban atas setiap permasalahan hidup kita sebenarnya sudah ada di dalam kita. Pola pikir seperti inilah yang harus senantiasa ada di dalam kita. Tetapi, tahu dan percaya bahwa penyertaan Tuhan sempurna atas kita saja, belum cukup. Seperti signal WiFi, sekalipun kita tahu dan percaya itu ada di sekitar kita, bukan berarti kita bisa langsung menikmatinya. Sebab, kita perlu tahu username dan passwordnya. Demikian juga dengan Tuhan yang selalu ada dan menyertai kita. Untuk bisa menikmati kuasa dan kasih-Nya, kita harus tahu ‘username’ nya, yaitu PERCAYA penuh bahwa Dia berkuasa dan lebih besar dari segala permasalahan kita, dan ‘password’ nya adalah melakukan FIRMAN TUHAN dalam keseharian kita.
Ujian yang Tuhan izinkan untuk kita hadapi, bukan untuk menghancurkan kita, tapi untuk membentuk kita, supaya kita diperbaharui dan semakin kuat di dalam Tuhan. Banyak orang hanya suka ada di hadirat Tuhan, tapi tidak suka ada dalam pembentukan Tuhan. Melalui ujian itulah kita sedang dibentuk. - MENGANGGAP UJIAN SEBAGAI KEBAHAGIAAN – ayat 14
Dalam ibadah kadang kita diminta memberikan kemuliaan buat Tuhan dengan bertepuk tangan. Sebenarnya itu hanya simbol rasa syukur dan kekaguman kita akan kebesaran-Nya. Sebenarnya, kemuliaan yang sesungguhnya itu bisa kita nyatakan dalam hidup kita, ketika kita bisa menganggap ujian sebagai suatu kebahagiaan dalam kehidupan kita. Untuk menjadi sebuah kebahagiaan, kita perlu melihat dengan mata iman kita, bahwa dibalik ujian yang Tuhan berikan, selalu ada berkat, yaitu penggenapan janji Tuhan atas kehidupan kita. - SETIA SAMPAI AKHIR HIDUP – ayat 17-19
Kadang yang seringkali membuat kita tidak bisa setia adalah, karena kita terlalu sering melihat dan menilai orang lain. Kita perlu lebih sering melihat dan menilai diri kita sendiri. Apakah kita ketaatan kita untuk mengikut dan melakukan kehendak Tuhan, adalah karena kesetiaan kita kepada-Nya? Atau, ketaatan kita hanyalah karena jabatan atau upah yang kita harapkan? Bagaimana kalau jabatan dan upah itu dicabut dari diri kita? Apakah kita tetap setia sampai akhir hidup kita?
JANGAN TAKUT SAAT API UJIAN DATANG. TIDAK SEMUA BARANG MENJADI ABU KARENA API.





